Senin, 31 Juli 2023

BATU GODANG desa Tobang

BATU GODANG Sedikit cerita kami berkaitan dengan sebongkah batu tepat berada di desa Tobang Kecamatan Kotanopan. Batu ini dinamakan dengan batu godang, godang ini adalah kata berasal dari bahasa Mandailing dengan makna besar. Mungkin banyak batu yang lebih besar di daerah lain tetapi batu ini menyimpan banyak cerita khususnya bagi warga desa Tobang. Beberapa cerita dari batu godang tersebut seperti berkaitan tentang mistis dan lain sebagainya, yang jelas kalau malam hari batu ini sangat menyeramkan terutama bagi warga yang ingin ke sungai menunaikan hajatnya, ditambah lagi dengan dengan touk narata (katak berwarna hijau) selalu ada disekitar batu tersebut. Sore hari pulang dari sekolah mengaji, mandi merupakan hal yang tidak bisa ditinggalkan (margambur) dan melompat dari atas batu godang tersebut, hal itu angat membanggakan bagi anak-anak yang sedang mandi, udara yang sejuk dengan aliran sungai yang tidak begitu deras menjadi suatu hal yang menggembirakan bagi anak-anak yang sedang mandi dan marsikojaran (permainan). Setiap warga desa tobang yang tumbuh di desa tersebut mungkin tidak ada yang belum merasakan melompat dari atas batu godang khususnya bagi laki-laki, karena tepat berada di tempat pemandian laki-laki. Kami berharap setiap lompatan dari batu tersebut menuju keberhasilan, kesuksesan, kebijaksanaan, dan lompatan untuk melangkah lebih tinggi dari yang pernah dimimpikan.

Sabtu, 27 Oktober 2018

Anak Desa Tobang (andesto) dan Nilai-nilai peradaban Islam di Desa Tobang

DESA TOBANG KECAMATAN KOTANOPAN
A. Latar Belakang
    Sebagian dari isi artikel ini saya kutip dari artikel Sutan Lowbiz. Berbagai sudut pandang yang berbeda dalam menilai hidup, bersosial   tidak terlepas dari kesalahan yang menuai bermacam spekulasi. 
Dari pengalaman hidup yang berbeda menghadapi  berbagai kritikan, sehingga berdampak hal positif dan negatif.Ya, inilah hidup yang tidak terlepas dari salah. kapan kita belajar dari kesalahan tersebut,untuk tidak selalu mengkritik kesalahan orang lain.
       Bermacam rasa menanggapi fenomena di sekitar kita, baik dalam hal problem Desa dan lain-lain, kemudian bagaimana kepedulian kita dalam hal itu. Untuk itu penulis mencoba menuangkan ide pokok pikiran sederhana dan tidak begitu ahli dalam menanggapi kejadian di Desa tersebut. mudah-mudahan ini bagian kepedulian tersebut.
B. Desa
      Desa adalah pemukiman manusia dengan populasi antara beberapa ratus  hingga beberapa ribu jiwa dan berlokasi di daerah pedesaan. Secara administratif Indonesia, desa adalah pembagian wilayah administratif yang berada di bawah kecamatan dan dipimpin oleh Kepala Desa. Sebuah desa secara administratif terdiri  dari beberapa kampung/dusun/banjar/jorong. Dalam bahasa Inggris, “Desa” disebut village. Dalam bahasa Arab desa disebut (قرية) 
Pengalaman adalah bagian bahkan sumber dari ilmu pengetahuan Banyak ilmu yang muncul akibat pengalaman Dari pengalaman dibuatlah sebuah teori berdasarkan dasar filoshofis yaitu berpikir secara mendalam (radikal), menyeluruh (universal), hati-hati (skeptis), dan pertimbangan (kritis). Tapi seberapa yakinkah kita akan teori itu?
Kebenaran dari teori akan seratus persen jika kita sudah merasakan, biasanya dalam karya ilmiah akan ditemukan metode mengumpulkan data,salah satu cara ialah melakukan observasi ke tempat tersebut. Nah disini penulis mencoba menceritakan sebuah artikel tentang suatu Desa di Kecamatan Kotanopan. Sebagian merupakan pengalaman pribadi.
C. Desa Tobang.
1. Lubuk Nainjang 
      Lubuk Nainjang merupakan lubuk sungai yang paling panjang, dan sebutan paling akrab di telinga, apabila mendengarkan ikan batang gadis di desa ini. Lubuk nainjang mempunyai ciri khas, sbb:
a. Dimulai dari pinggir, lubuk ini mempunyai pinggiran yang sangat menakutkan, sebab di sinilah tempat berkumpulnya latong-latong (jelatang) pilihan. Di tambah dengan hewan penghuni latong yang selalu siap menerkam.
b. Sedikit memasuki sungai, lubuk ini akan sangat romantis jika dilihat secara kasat mata. Dulunya tempat inilah yang selalu setia menampung senyuman poso-poso Tobang apabila cinta mereka ditolak oleh bunga- bunga desa yang anggun.
c. Ke dalam, lubuk ini adalah tempat berkumpulnya semua jenis ikan yang ada di sungai batang gadis. 
d. Menuju ke hilir akan di dapat kebun melinjo, tempat ini sering di jadikan tempat untuk marmangan mangan, marmangan mangan adalah kebiasaan yang sangat membanggakan bagi poso poso tobang. Mereka kadang mau mencuri ayam demi kebiasaan tersebut. 
e. Sedikit ke atas bukit kita akan menjumpai hewan yang selalu ada setiap saat yaitu: bodat sirata bitua
2. Saba Lian 
      Saba lian merupakan tempat bertani, umumnya masyarakat di sini menanam padi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di sepanjang sawah ini terdapat sopo-sopo , bondar-bondar, dimana bondar bondar ini selalu menjadi tempat belajarnya anak anak untuk manaon lukah, disamping ikannya yang selalu ada, bahkan kadang sangat banyak. 
3. Saba Julu 
        Saba julu dalah sawah terpanjang di desa ini, dulunya sawah ini sangatlah subur. Akan tetapi belakangan sawah ini tidak lagi seperti yang di harapkan banyak orang. Irigasi yang rusak dan tak kunjung bagus adalah menjadi alasan yang paling utama.
4. Saba Luku
    Saba luku adalah hasil tanpa berjuang. Mungkin inilah kata kata yang cocok untuk menggambarkan situasi di sini. Gempuran mesin bor dan traktor malam alias babi hutan seakan tak pernah puas mengobrak abrik sawah ini, meskipun kerap kali di semua pinggiran sawah ini dipasang ranjau, jerat, lobang, bahkan poso poso tobang pun rela menghabiskan waktunya, demi untuk mengusir babi babi jahannam yang selalu merusak tanaman padi tersebut,
5. Naposo Nauli Bulung 
      Naposo nauli bulung (muda mudi) adalah bagian dari masyarakat yang sangat di perhitungkan keberadaannya di desa ini. Sebagai generasi penerus masyarakat mereka sangat diharapkan sumbangsihnya terutama dalam kegiatan-kegiatan social,seperti: pesta pernikahan, acara keagamaan dsb. Misalnya dalam acara pernikahan peran muda mudi yang sangat penting salah satunya adalah: mambolgang sibodak ,pisang ,kantang ,kacang muring dot manyaok ombu ombu (merebus bahan yang akan di masak pas waktu pesta dan mersiapkan bumbu-bumbunya) Naposo nauli bulung (muda mudi) disini sangatlah beraneka ragam macam pekerjaannya. Salah satu pekerjaan yang banyak disukai para poso poso (para pemuda) adalah menangkap ikan. Ada beberapa cara yang di gunakan untuk menangkap ikan , antara lain sbb:
a. Manjala
       Adalah cara yang yang paling umum digunakan , tetapi memerlukan tenaga yang sangat besar
b. Manyisip
       Dilakukan dengan duduk mengintai ditengah sungai, dan apabila ikan lewat maka akan langsung di sambar dengan menggunakan durung sisip.
c. Manaon lukah terdiri dari:
    1). Lukah incor
    2). Lukah siduri
    3). Lukah sulum 
    4). Lukah aporas
    5). Lukah baung
    6). Lukah bakok
    7). Lukah bolut
    8). Mangkail
Adalah memancing biasa dengan menggunakan kail dan umpan.
d. Mangaramok
Adalah menangkap langsung ikan dengan menggunakan tangan kosong
e. Mandurung ada tiga.
    1). Mandurung rura
    2). Mandurung burincak
    3). Mandurung dimagodang aek
    4). Mandodok dan mangkaco
Mandodok dan mangkaco adalah sama sama menangkap ikan siduri dengan dodok dan kaca.
f. Mangala
Adalah suatu metode menangkap ikan dengan menguras air pada sebagian tepi sungai.
6. Lubuk larangan
        Adalah tradisi yang sangat fenomenal yang sudah si adakan masyarakat ini sejak zaman dahulu. 
7. Tradisi Main Guitar
       Bernyanyi sambil main guitar adalah kebiasaan poso poso yang sudah turun temurun sejak zaman dahulu kala. Tempat bernyanyi bisa dimana saja, kapan saja, sendiri atau berkelompok, kebiasaan ini dilakukan di tangga-tangga dan waktu mainnya dilasaksanakan setelah selesai sholat isya.

D. Nilai-nilai peradaban Islam di Desa Tobang Tradisi yang terdapat di daerah Mandailing Natal khususnya desa Tobang diberlakukan sama. Tradisi tersebut terbagi atas beberapa jenis:
1) Tradisi yang berhubungan dengan adat istiadat yang menyangkut upacara pernikahan, penobatan dan penyambutan pejabat, pemakaman, pengguntingan rambut serta pembaetan;
2) Tradisi yang berhubungan dengan kesenian yang menyangkut zikir sperti; shalawatan (marsanji, mardikir), margordang sambilan, burdah (burdahan)
3) Tradisi yang berhubungan dengan gerak atau olahraga, seperti pencak silat, berburu.
4) Tradisi yang berhubungan dengan sastra contohnya marhata-hata, marpantun, bermain gitar di pinggir jalan (itangga bagas nialak), berdasarkan penelitian ini maka ditemukan beberapa hasil.
Sebelum masuknya pengaruh Islam pada masyarakat Desa Tobang, adat istiadat dan budaya masyarakat daerah dipengaruhi oleh filsafat naturalistik, dimana nilai-nilai dan norma-norma budaya bersumber dari fenomena alam semesta, dan beberapa makam juga ditemukan yang tidak mengarah ke arah kiblat, belum bisa dipastikan apakah mereka sudah beragama atau tidak, bisa jadi mereka sudah beragama islam, sebagian juga ada yang mengatakan mereka menganut agama parmalim. melalui rekam jejak islam masuk ke Mandailing. Konon pada masa Raja Namora Sende Tua menjadi raja pertama di Desa Tobang, menurut cerita para sesepuh atau hatobangon di Desa Tersebut, beliau meninggal lalu dimakamkan dan masih membawa benda-benda yang dianggap harta berharganya ke dalam pemakamannya.
Agama islam datang ke Mandailing Natal terkhusus ke Desa Tobang melalui penyebaran islam ada beberapa fase, namun penyempurnaannya dibawa Tuanku Rao, sampai saat sekarang ini bekas tapak kaki kuda beliau masih ada di desa tersebut. Tradisi nenek-nenek moyang terdahulu masih melekat, mereka menutut ilmu agama kerumah-rumah guru atau biasa disebut dengan istilah membaguskan bacaan fatihah (palidang-lidang fatihah)..
E. Implementasi nilai-nilai peradaban Islam di Desa Tobang
      Budaya lokal ---------------------------------------- Nilai-nilai keislaman
1 Margordang sambilan Memadukan seni gordang dengan kesan keislama yaitu; dengan mengisi sya’ir atau onang-onang menjadi lagu-lagu islmai
2 Marhata-hata Menyeimbangkan antara nasehat yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah dengan nasehat-nasehat sesepuh terdahulu (hatobangon, malim)
3 Dalam sebuah Pernikahan Menjadikan barzanji sebagai hiburan utama, Kegiatan Markuras atau gotong royong dalam mengerjakan acara pernikahan contoh: memasak sama-sama sampai selesai
4 Pencak silat Menanamkan nilai tauhid dan keyakinan yang putus, dan setiap gerak silat itu di isi dengan zikir
5 Dalam jual beli Dalam mazhab safi’i, akad dalam jual beli itu harus ada.
Di desa tersebut masyarakat masih menggunakannya. Dan si penjual mengatakan dijual ya(“I gadis da”) lalu si pembeli menjawab saya beli ya (“itabusi da”)
6 Minum kopi di lopo termasuk Menguatkan ukhuwah Islamiyah, dengan "marlopo" juga kita akan mengetahui informasi penting sekitar perusahaan, sosial, dan berita-berita lainnya

A. Penutup.
     Disaat merenungkan kejadian yang ada disekitar kita, akan muncul sebuah dorongan melakukan perubahan ke yang lebih baik jika ia bisa dilakukan, namun jika tidak bisa dilakukan setidaknya memulai dari diri sendiri. Seiring dengan hal yang demikian timbul rasa, ingin mengungkapkan baik melalui kata-kata juga perbuatan. Bukan berarti kita ingin dilihat sebagai orang baik, inilah konsep kehidupan sebenarnya yang kita tidak ingin keluar dari rambu-rambu kehidupan tersebut.
       Tentunya siapa yang tidak ingin hal-hal yang baik, yang aman dan damai, alangkah indahnya hidup ini penuh cinta dan kasih sayang selalu diiringi dengan senyuman dari hati tulus. Dengan hal demikian suasana kehidupan akan lebih bermakna, bukan dengan perselisihan diantara kita, Hal tersebut tidak akan menyelesaikan masalah yang terjadi. kata kuncinya seumpama peperangan tidak akan menuntaskan permasalahan.
        Bukan berarti mengajari ikan untuk berenang, tetapi damaikanlah persaudaraan kita dengan cinta dari hati. Berusahalah mengukir kesalahannya diatas pasir agar ia mudah terhapus, bukan dengan mengukirnya diatas batu karena itu akan sulit untuk dihapus.
Kunjungi channel youtube kami di:  https://youtu.be/O40EkrIiKbs
By: St. S.T. Edisi Revisi.